Doni Monardo Tiba-tiba Pakai Seragam TNI Lengkap dengan Brevet Kopassus, Ada Apa?

oleh -2.803 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Kepala BNPB yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo tampil beda, Senin (27/4/2020).

Bila biasanya Doni mengenakan rompi khas BNPB, kali ini Doni mengenakan pakaian dinas harian (PDH) TNI.

Baju PDH warna hijau lengkap dengan pangkat, dan aneka brevet di dada Doni, termasuk brevet komando baret merahnya.

Akun facebook Marinus Yaung, seorang dosen Uncen Jayapura yang ikut rapat menggambarkan peserta rapat yang terhenyak melihat penampilan Doni mengenakan PDH TNI.

Doni juga mengenakan seragam TNI saat mengikuti Ratas Presiden Laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 via video converence pukul 09.30.    

Adalah Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang kemudian memotret Doni pagi ini dengan pakaian militer lengkapnya.

Egy adalah kawan Doni sejak berpangkat mayor.

Sudah hampir 7 minggu ini Egy menemani Doni Monardo tidur di kantor Graha BNPB.

Bersama-sama sejumlah staf Gugus Tugas lain memerangi Covid-19.

“Semalam usai berbuka puasa saya mendengar langsung Pak Doni memerintahkan Sersan Gagan, ajudannya, untuk menyiapkan pakaian dinas harian untuk dipakai hari ini. Jadi, ya saya tidak kaget. Tapi saya tahu, kantor pasti ‘geger’, he… he… he….,” kata Egy, sambil terkekeh.

Menurut Egy, sejak menjabat Sesjen Wantanas tahun 2018, ia relatif jarang melihat Doni mengenakan pakaian tentara. Sehari-hari, ia berbusana kemeja putih.

Baca Juga  Cegah Penularan Covid, Personil Sabhara Polres Malteng Bubarkan Pemuda Yang Lagi Nongkrong

“Hanya sesekali saja ia mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) saat menghadiri upacara-upacara di lingkungan militer. Misalnya, saat peringatan HUT TNI 5 Oktober 2019. Seingat saya, itulah terakhir pak Doni memakai seragam militer,” kata Egy yang juga aktivis teater.

Apalagi setelah menjadi Kepala BNPB 9 Januari 2019.

Hampir sehari-hari ia mengenakan rompi khas BNPB.

Apa pun bajunya, senantiasa ia balut dengan rompi BNPB menjadi ciri khasnya.

Lantas, angin apa yang membuat Doni pagi ini mengenakan pakaian militer?

Egy hanya bisa menerka-nerka.

“Dalam hal penanganan Covid-19, beliau adalah komandan perang di lapangan. Rasanya, tidak salah jika sesekali ia berpakaian militer. Tanpa berbicara banyak, seragam itu sudah berbicara tentang karakter tegas,” ujar Egy, yang juga dikenal sebagai wartawan senior.

Egy bahkan pernah mendengar langsung ketegasan sikap Doni dalam menjalankan tugas Presiden sebagai Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Intinya, ia akan bertindak tegas terhadap para penghalang dan perintang atas kerja kemanusiaan Gugus Tugas. “Apalagi kalau ada penyimpangan, beliau sangat tegas,” kata Egy.

Egy menerka pula, ketegasan sikap Doni akan disampaikan dalam sejumlah agenda rapat yang sedia dilangsungkan hari ini (27/4/2020). Baik rapat online malalui video conference, maupun rapat langsung di kantor BNPB.

Baca Juga  Giroud dan Mbappe Berseteru, Timnas Prancis di Ambang Keretakan

“Kehadiran sosok Doni Monardo sebagai Kepala Gugus Tugas dalam busana militer, bisa membangun gairah patriotisme, semangat tempur ‘prajurit’ Gugus Tugas dalam menjalani peperangan melawan Covid-19,” tambah Egy.

Kata kunci dalam peperangan adalah “disiplin”.

Tampilnya Doni Monardo berbusana militer tentu harus diartikan sebagai upaya menebar pesan disiplin kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Pesan yang sama pula kepada seluruh rakyat Indonesia, agar bersama-sama memerangi wabah dengan sikap disiplin mengikuti anjuran pemerintah.

Disiplin mematuhi untuk tetap di rumah, disiplin untuk tetap mengenakan masker, disiplin untuk rajin mencuci tangan, disiplin untuk menjaga jarak, dan disiplin berpola hidup bersih.

Hasil Evaluasi

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Doni Monardo mengatakan bahwa hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah, saat ini masih ada masyarakat di sejumlah daerah yang belum menjalankan protokol kesehatan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Mereka masih berkerumun dan tidak menjaga jarak.

“Hasil evaluasi yang telah disampaikan presiden dan menerima masukan menteri dan gubernur tentang masih adanya hal yang belum maksimal dalam menjalankan protokol kesehatan, social distancing, dan physical distancing. Termasuk juga PSBB yang masih ada nya kegiatan untuk kumpul-kumpul,” ujar Doni dalam Konferensi Pers usai Ratas, Senin, (27/4/2020).

Baca Juga  Hadapi Pileg-Pilpres, ASN Kepsul diharuskan netral

Pihaknya menurut Doni menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk benar-benar mengikuti protokol kesehatan salah satunya dengan menjaga jarak antara satu dengan lainnya. Hal itu untuk menghindari penularan Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian.

“Sekali lagi, upaya untuk melindungi warga negara dari bahaya Covid-19 ini haruslah menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak mungkin pemerintah saja yang bekerja keras dan berusaha tanpa didukung segenap komponen masyarakat lainnya,” katanya.

Doni mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh lainnya untuk ikut menyerukan kepada masyarakat betapa pentingnya mengikuti protokol kesehatan. Jangan menganggap sepele dan enteng Pandemi Covid-19.

“Jangan anggap sepele dan enteng wabah ini. Wabah ini adalah peristiwa alam yang terjadi berulang kali beberapa ratus tahun yang lalu. Saat di Spanyol maupun wabah kolera di beberapa negara,” tuturnya.

“Makanya sekali lagi, alam adalah dalam proses melakukan sebuah kegiatan yang memang kalau dilihat dari siklusnya, adalah 100 tahun.

Oleh karena itu, bencana Covid-19 ini secara nasional sudah diputuskan menjadi bencana nonalam berskala nasional. Sekali lagi kami imbau dan ajak segenap komponen masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya. (red/rtm/tribunnews)