DPW PKS Malut Gelar Rakorwil dan Training Orientasi Partai.

oleh -101 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Rapat kordinasi wilayah (Rakorwil) 2019 dan training orientasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Maluku Utara, bertempat di Muara Hotel, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (28-12-2019).

Rakorwil dan training orientasi di buka dengan resmi oleh ketua DPP PKS wilayah dakwah Indonesia Timur, Dr. Muhammad Kasuba

Turut hadir dari DPP, ketua DPW, ketua DPD dan pengurus Kabupaten kota, tamu undangan dari partai politik seperti partai Gerinda, partai NasDem dan Berkarya, mewakili walikota Ternate, Muhdar Din sebagai asisten satu walikota Ternate.

Rakorwil dan training orientasi yang di ikuti 500 orang Kader baru untuk bergabung yang datang dari kabupaten kota se-Maluku Utara, dalam selah-selah kegiatan ada tiga Narasumber yang di hadirkan yaitu mawakili DPP, mewakili Kapolda, dan mewakili Danrem 125 Babullah.

Dr. Muhammad Kasuba sebagai ketua DPP PKS dakwah Indonesia Timur Dalam sambutannya mengatakan, Pada bulan November yang lalu, ini adalah rakorwil ke-3 di wilayah Indonesia bagian timur setelah Papua, Maluku dan dari di Maluku Utara, beramaan juga PKS hari ini mendapatkan anggota baru sesui informasi peserta berjumlah 500 orang. Ucapan juga di sampaikan presiden PKS yang tidak sempat hadir karena banyak kesibukan partai yang tidak bisa di tinggal.

Baca Juga  Kembali ke Persib, Zulham Zamrun Diproyeksikan Jadi Striker

“PKS bahagia apabila melihat warga negara Indonesia senyum dan bahagia, dan PKS akan sedih se-sedih-sedihnya jikala melihat rakyat Indonesia sedih, PKS tetap di depan untuk memberikan senyuman yang manis demi terciptanya kondisi yang manis di kalangan rakyat Indonesia,” katanya

Lanjutnya, Pada januari 1999-2000 di Maluku dan Maluku Utara terjadilah tragedi yang memecah belah kita, bagimana PKS ini bukan saja subah partai. Ada seorang negarawan, pemikir dia akan berpikir lahirnya generasi, tetapi seorang politisi menunggu kapan pemilihan di laksanakan, tapi PKS gabungan antara negarawan dan politisi. Kita tidak eksis sekedar pemilihan itu jati diri PKS.

“Pemilihan 2018 sudah selesai, walaupun PKS kalah di Pilgub 2018, 2019 juga sudah selesai tetapi orang PKS tidak merasa selesai dan terus bekerja karena PKS mempunyai tiga prinsip sasaran dalam kegiatan, PKS adalah gerakan keagamaan, gerakan membangun kualitas spiritual bagi rakyat Indonesia untuk menuju bangsa yang berbudi bangsa yang tinggi. Gerakan sosial yang membangun sosial atau masyarakat yang kuat dan gerakan politik”. ucapnya

Baca Juga  Wagub Malut Terima LHP Kinerja Semester II Tahun 2019 dari BPKP

“Bangsa sudah tau, PKS itu kerja politik dan kerja sosial kurang lebih 3000 lembaga pendidikan yang di dukung oleh PKS, melahirkan generasi yang kelak menjadi generasi yang beriman dan berakhalak mulia, untuk keselamatan, kesejatraan NKRI kita, PKS mengatakan NKRI hari mati tidak ada tawar menawar”. jelasnya

Terpisah H. Ridwan Husen sebagai Ketua DPW Maluku Utara saat di wawancarai media ini menyampaikan selain melakukan pembekalan atau training kepada anggota baru, juga membahas dua agenda besar di tahun 2020. “Rakorwil akan diikuti sekitar 500 peserta termasuk para undangan (tiap DPD 10 orang delegasi). Kita training sampai besok,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, agenda besar pertama yang tengah disiapkan adalah melakukan konsolidasi di tingkat dewan pimpinan daerah, kemudian berikutnya pengurus daerah mensosialisasi target dan strategi pemenangan pilkada. “Kita juga sosialisasi nama-nama bakal calon hasil penjaringan yang sudah diputuskan di tingkat pengurus wilayah. Teman-teman di daerah juga akan mulai menyiapkan sekilagus berkomunikasi dengan nama calon yang dibawah ke pengurus pusat pada 6 Januari 2020,” terangnya.

Baca Juga  Meski Dilarang, Tank Israel Terus Tembaki Gaza Tiap Malam

Ridwan bilang, agenda besar kedua adalah rekrutmen terbuka. Rekrumen anggota baru PKS sesuai hasil rapat koordinasi nasional november kemarin. “Hasil kemarin menetapkan bahwa di 2020 ini adalah tahun rekrutmen. Maka kemudian di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Malut melakukan rekrutmen terbuka kepada calon anggota PKS yang baru melalui TOP,” katanya.

“Di TOP ini penekanannya lebih pada bela negara,” pungkas Ridwan. (adhy)