– Urine berwarna gelap
– Tinja berwarna abu-abu dan pucat
– Kulit gatal
– Mata dan kulit menguning (jaundice)
– Nyeri otot dan sendi
– Demam
– Mudah Lelah
– Sakit perut
– Nafsu makan menurun
Para peneliti kemudian menyelidiki lebih jauh penyebab vaksin Pfizer memicu hepatitis. Salah satu dugaannya adalah kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh (imun) menyerang sel-sel sehat di hati.
Penyakit hepatitis autoimun bisa dipicu oleh vaksinasi dan reaksi berlebih imun ketika terinfeksi Covid-19. Peneliti menduga, pria itu terinfeksi virus corona setelah memperoleh vaksin Pfizer.
Untuk memastikan hal tersebut, pasien pria diobati menggunakan kortikosteroid, yaitu kelompok obat untuk meredakan peradangan di dalam tubuh.
Mulanya, pria itu diobati menggunakan kortikosteroid bernama Budesonide oral. Namun, ternyata gejala peradangan liver masih bisa kambuh.
Kemudian, pria itu diberikan terapi pengobatan steroid sistemik yang bekerja melalui aliran darah untuk mengobati peradangan pada beberapa bagian tubuh. Penggunaan steroid sistemik ternyata efektif mengurangi gejala hepatitis akut.
Berangkat dari temuan tersebut, peneliti semakin yakin bahwa penyebab hepatitis akut adalah kondisi autoimun akibat vaksinasi dan infeksi SARS-CoV-2.




