Porostimur.com, Weda – Gelombang kemarahan warga pecah di Kecamatan Patani Barat. Ratusan masyarakat dari Desa Banemo, Bobane Jaya, dan Bobane Indah tumpah ke jalan, Sabtu (18/4/2026), menuntut aparat segera mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa tokoh agama setempat, Ustad Ali Abas.
Aksi ini menjadi puncak kekecewaan warga atas lambannya penanganan kasus yang terjadi sejak awal April tersebut. Ustad Ali Abas (50) ditemukan tewas mengenaskan di area perkebunan warga pada 2 April lalu, dengan kondisi jasad yang diduga mengalami penyiksaan berat oleh pihak tak dikenal.
Hutan Tak Lagi Aman, Warga Diliputi Ketakutan
Peristiwa itu meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat. Hutan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama kini justru dianggap sebagai wilayah berbahaya.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa rasa aman warga telah hilang, terutama di tengah musim panen pala yang seharusnya menjadi momentum ekonomi penting.
“Kedamaian bagi kami adalah hutan yang aman. Hari ini, di tengah musim panen raya pala, warga justru terisolasi dan takut menginjakkan kaki di kebun mereka sendiri,” tegasnya dari atas mobil komando.
Menurut warga, kondisi ini bukan lagi sekadar persoalan kriminal, melainkan ancaman nyata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Fagogoru.









