Nursia Drakel, warga Gambaru, mengatakan akses menuju kebun kini lebih mudah dan aman dibandingkan sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dulu, sekarang perjalanan jauh lebih mudah. Kami bisa membawa hasil kebun dan berjualan makanan ke area perusahaan dengan waktu tempuh yang lebih singkat,” tuturnya.
Hal serupa dirasakan Siti Hawa Cawali, warga Gambaru lainnya. Menurutnya, keberadaan tiga jembatan di kawasan Doko, Dial dan Rijang membuat mobilitas masyarakat menuju area pertanian dan lokasi aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah.
Warga kini dapat menggunakan sepeda motor hingga kendaraan roda tiga melewati jalur yang sebelumnya sulit dilalui.
Bagi masyarakat Desa Gambaru, pembangunan jembatan bukan sekadar penambahan infrastruktur fisik. Akses tersebut menjadi penghubung antara permukiman, kebun, tempat bekerja dan pusat aktivitas ekonomi warga.
Di tengah upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong pertumbuhan yang lebih merata, konektivitas seperti ini menjadi bagian penting untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan tidak terhambat oleh keterbatasan akses.
(Amirudin Irsad)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com








