Eric Trump dan Politik Luar Negeri Kita

oleh -849 views

Dan Trump dalam beberapa kesempatan juga memuji Prabowo, “good man and veryu smart.” Sampai di sini transaksi berjalan dengan baik. Dan Prabowo berusaha menjadi ‘good boy.” Dia ikut Board of Peace. Bayar US$ 1 milyar. Tidak protes apapun terhadap Trump. Tidak memperlihatkan posisi atau keberanian melawan Trump. Hanya ketundukan dan berusaha menyenang-nyenangkan Trump yang gila pujian ini.

Prabowo mengklaim ikut menegakkan perdamaian untuk Palestina. Akan tetapi, tanpa orang Palestina di dalamnya. Mengapa demikian? Karena bukan itu tujuannya. Dia sedang menyenang-nyenangkan hati Trump. Apakah ini demi Indonesia? Ya nggak jugalah. Yang jelas, Prabowo aman di bawah partonase Trump.

Beberapa komentar yang saya lihat online menggambarkan situasi in. “Indonesia bergerak dari non-blok ke go-blok.” Ya, itulah realita pahitnya. Kita memang tampak jadi tidak memiliki prinsip. Prabowo mungkin bisa mengklaim bahwa dia tunduk pada Trump dengan alasan-alasan pragmatis. Namun, pragmatisme tanpa prinsip itu sama dengan mendudukkan diri menjadi ternaknya Trump!

Baca Juga  Terjang Ombak, Dompet Dhuafa Salurkan Kurban ke Pulau Tiga Ambon

Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dalam pidatonya di WEF di Davos minggu lalu sudah memperlihatkan bagaimana pragmatisme itu harus dijalankan dengan prinsip. Dunia sudah berubah. Yang terjadi sekarang bukan transisi tapi patahan (rupture) dari dunia lama.

No More Posts Available.

No more pages to load.