Eric Trump dan Politik Luar Negeri Kita

oleh -816 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Terus terang, hampir setiap hari saya meluangkan setengah jam waktu saya untuk menonton late night show dari beberapa TV Amerika. Yang paling sering saya tonton adalah Late Night Show dengan Stephen Colbert di CBS atau Jimmy Kimmel Show di ABC. Saya senang karena di sana mereka bebas mengolok-olok penguasa mereka.

Namun saya tidak pernah berharap Indonesia masuk menjadi partisipan dari olok-olok tersebut. Tahun lalu, setelah penandatanganan perjanjian damai di Timur Tengah, Donald Trump tertangkap kamera bicara dengan Presiden Indonesia. Kebetulan mikropon masih on (hot mic). Pembicaraan mereka terdengar jelas di beberapa bagian.

Baca Juga  Qurban bukan Qurban

Ada bagian Prabowo berbisik kepada Trump tentang sesuatu. Yang terdengar kata-kata Prabowo, “Sangat berbahaya di sana …” Kita tidak tahu mereka sedang bicara apa. Namun yang menjadi bahan olok-olok adalah ketika Presiden Indonesia minta bertemu dengan “Eric Trump.” Prabowo minta bertemu atau menelepon Eric. Disahuti oleh Trump, “Tentu bisa. Anda bisa menelpon dia.” Lalu disambung oleh Trump, “He is such a good boy!”

Untuk publik Amerika, ini bahan olok-olok yang sangat mudah dipahami. Jimmy Kimmel, yang videonya saya taruh di bawah, bertanya-tanya, tumben ada orang yang ingin bertemu dengan Eric?

No More Posts Available.

No more pages to load.