Estafet Sang Marja’ Revolusi

oleh -2 Dilihat

Di desa-desa terpencil, orang-orang menutup toko lebih awal, berkumpul di masjid, dan mengirim doa bagi pemimpin yang mereka anggap bukan sekadar kepala negara, melainkan penjaga revolusi.

Empat puluh hari berkabung bukan sekadar angka administratif. Ia adalah ritme duka yang terukur dalam tradisi Syiah: masa kontemplasi, masa penguatan memori kolektif, masa memperbarui janji kesetiaan terhadap nilai-nilai yang diyakini.

Dalam rentang waktu itu, Iran seperti menahan napas panjang — antara kehilangan, kesetiaan, dan tekad melanjutkan estafet jalan sejarahnya yang telah ditoreh Ali Khamenei, sang marja’ revolusi.

-000-

Dalam perkembangan mutakhir pasca wafatnya sang pemimpin, Republik Islam Iran mengumumkan pembentukan Dewan Transisi, menggantikan kedudukan Ali Khamenei.

Baca Juga  PDAM Halbar Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Panjang, Air Bersih Warga Mulai Dijatah

Dewan ini beranggotakan tiga orang, terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan Ayatollah Alireza Arafi.

Penunjukan Dewan tersebut dikukuhkan oleh Dewan Kemaslahatan Negara, lembaga arbitrase berpengaruh dalam struktur politik Iran. Fungsinya menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pemerintahan hingga pemimpin tertinggi yang baru ditetapkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.