Film tersebut mencakup wawancara eksklusif dengan mantan pejabat AS dan Israel, serta jurnalis yang mengenal Abu Akleh secara pribadi.
Di antara mereka yang diwawancarai adalah Senator Demokrat AS Chris Van Hollen, yang telah vokal tentang perlunya penyelidikan yang transparan atas pembunuhan tersebut.
Menurut dokumenter tersebut, pemerintahan Joe Biden secara aktif berpartisipasi dalam upaya menutup-nutupi, dengan mantan pejabat Amerika mengakui AS “mengecewakan” Abu Akleh dalam upaya menjaga hubungannya dengan pemerintah Israel.
Anggota keluarga dan teman-teman Shireen Abu Akleh telah berulang kali menyerukan keadilan.
Abu Akleh dibunuh penembak jitu Israel pada 11 Mei 2022, saat meliput serangan tentara Israel di kamp pengungsi kota tersebut.
Pembunuhannya memicu kemarahan internasional, terutama ketika pasukan pendudukan Israel menyerang pelayat di pemakamannya di Yerusalem Timur yang diduduki, hampir menyebabkan peti jenazahnya terjatuh.
sumber: sindonews










