“Kita bekerja, kolaborasi dan sinergi untuk bagimana semua rencana dari OPD terkait itu bisa bersama-sama dalam berkolaborasi untuk menurunkan kasus-kasus stunting yang ada, jadi dalam rana penggerakan ini yang kita jadikan regulasi bersama itu di daerah,” ujarnya.
Fhatiyah mengatakan khusus Kota Ternate ada SK Walikota Ternate terkait daerah fokus stunting, dimana tahun 2022 ada 19 kelurahan yang menjadi fokus dan secara bersama melalui tim percepatan penurunan stunting di kota, kecamatan dan kelurahan untuk berupaya melakukan intervensi terhadap kasus-kasus stunting.
“Melakukan upaya pencegahan dari hulu yaitu pendampingan calon pengantin bahwa sebelum tiga bulan menikah untuk tim pendamping keluarga dan alhamdulillah di Kota Ternate sebanyak 125 tim yang sudah dibentuk di 78 kelurahan,” katanya.
“Kemudian dari alur pendampingan ini kita berharap dengan aplikasi siap nikah siap hamil ini, kita akan meramu dan mendampingi dan memastikan bahwa semua calon pengantin itu dapat ditatalaksana dan dipersiapkan untuk masuk fase kehamilan sehingga dipastikan dia sehat secara jasmani,” pungkasnya. (Amir)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




