Generasi Stroberi Memang Bertalenta, Namun Mudah Terluka, Benarkah?

oleh -31 views

Porostimur.com, Ambon – Merujuk pada penjelasan Narasi.tv, istilah “generasi strawberry” pertama kali muncul di Taiwan pada tahun 1980-an untuk menggambarkan generasi muda yang lahir setelah tahun 1981. Istilah ini mengacu pada buah stroberi yang manis dan indah, tetapi juga rapuh dan mudah rusak.

Menurut Prof. Rhenald Kasali, PhD, generasi strawberry adalah generasi yang terlihat indah, lucu, dan menarik, tetapi di sisi lain mudah rapuh. Stroberi adalah buah yang warnanya menggoda, tetapi juga memiliki kelemahan. Sama halnya dengan generasi sekarang, yang sering merasa lelah dan perlu refreshing atau healing.

Bahkan BPS mencatat bahwa sebanyak 27,94% dari total populasi penduduk Indonesia adalah generasi Z. Generasi ini lahir pada rentang tahun 1997-2012 atau berusia 10-25 tahun. Generasi Z terbagi menjadi dua kelompok, yaitu mereka yang masih bersekolah dan mereka yang mulai meniti karier di dunia kerja. 

Baca Juga  Di Hadapan DPR RI, Pertamina Janji Tahun 2029 Blok Masela Nyembur Gas

Secara umum, generasi strawberry dianggap sebagai generasi yang memiliki sifat-sifat berikut:

  • Kreatif dan inovatif
  • Mudah menyerah dan mudah rapuh
  • Suka hal-hal yang baru dan menantang
  • Memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap kritik
  • Memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi

Disarikan dari Djkn.kemenkeu.go.id, Pandangan bahwa generasi strawberry memiliki mental yang lemah sering dikaitkan dengan beberapa faktor, antara lain:

Perkembangan teknologi

Teknologi telah membuat kehidupan menjadi lebih mudah dan nyaman. Hal ini dapat membuat generasi strawberry menjadi kurang terbiasa menghadapi tantangan dan kesulitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.