Genosida Israel di Gaza Tewaskan Lebih dari 60.000 Orang hingga Hari ini

oleh -96 views
Warga Palestina mencari barang-barang berharga di reruntuhan rumah mereka yang hancur setelah serangan udara Israel terhadap beberapa rumah di kamp baru di barat laut Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 29 Juli 2025. Foto/Hassan Jedi/Anadolu

Sementara itu, Ibrahim Khalili dari Al Jazeera mengunjungi Rumah Sakit al-Rantisi di Kota Gaza, tempat Judi al-Arour, bayi berusia enam bulan, berjuang untuk bertahan hidup.

Pada usia enam bulan, berat badannya seharusnya setidaknya 6 kg. Namun dia lahir dalam kondisi kelaparan di Gaza, dari seorang ibu yang mengalami malnutrisi parah selama kehamilan, hidupnya berada di ujung tanduk, dengan berat hanya 2 kg.

Dr. Mayada Jundiyeh, kepala unit neonatal di Rumah Sakit al-Rantisi, mengatakan kepada Khalili bahwa, “Tahap kerusakan selanjutnya, setelah penurunan berat badan dan ketidakseimbangan elektrolit, dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.”

“Bahkan jika suplemen nutrisi dan makanan yang tepat kemudian diperkenalkan kepada anak-anak, kondisi mereka mungkin sudah tidak dapat diperbaiki, artinya otak dan fungsi kognitif mereka sudah terpengaruh,” ujar Jundiyeh.

Nenek Al-Arour, Um Ashraf al-Arour, mengatakan keluarganya telah melakukan segalanya untuk merawatnya, tetapi karena Israel telah memblokir masuknya susu formula dan makanan bayi, cucunya menjadi “sangat rapuh” dan “hanya tinggal tulang belulang”.

Baca Juga  Wagub Maluku Apresiasi Penguatan Syiar Islam di Salahutu

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.