Pela-Gandong dan Identitas Ambon
Dalam pidatonya, Gubernur Lewerissa menekankan pentingnya menjaga nilai budaya Pela-Gandong, warisan leluhur yang mengikat masyarakat Ambon untuk saling menjaga meski berbeda suku dan agama.
“Ikatan Pela-Gandong, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, itu yang harus tetap jadi dasar hidup orang Ambon,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Ambon adalah wajah Maluku. “Kalau Ambon manis, Maluku pasti manis. Kalau Ambon bersih, Maluku ikut bersih. Tapi kalau Ambon kotor, Maluku juga kena nama buruk,” tegasnya.
Pesan Kebersamaan dan Doa untuk Ambon
Menutup sambutannya, Gubernur HL mengutip pesan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno: “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan.”
Ia lalu mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja demi kebaikan Ambon, Maluku, dan Indonesia.
“Jangan lelah bikin bae Ambon, jangan pernah berhenti bikin manis Ambon. Ingat semangat Lawamena Haulala, dan jangan lupa berdoa untuk Ambon,” serunya.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Maluku, saya ucapkan selamat ulang tahun ke-450 untuk Kota Ambon. Tuhan berkati Ambon supaya penuh dengan cinta dan damai,” tutup gubernur. (Piere Pattipawaey)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










