“Semua ini kita kerjakan dalam semangat kolaborasi, partisipasi dan keadilan, namun saya harus katakan bahwa semua tidak berarti tanpa partisipasi aktif masyarakat, dan semua elemen, oleh sebab itu saya mengajak kita semua menjadi Pattimura-Pattimura di bidang kita masing-masing, guru yang mengabdi dengan tulus, petani dan nelayan yang mengelola tanah dan hasil laut dengan bijak, ASN yang melayani rakyat dengan hati, aparat negara yang bertindak berdasarkan kebenaran dan keadilan, anak muda yang kreatif, inovatif, cinta damai dan berpikiran maju,” jelasnya.
Lewerissa juga berpesan kepada para peserta upacara dan seluruh masyarakat Maluku, untuk merawat sejarah dan jaga jati diri, jangan sampai anak cucu kita tumbuh tanpa mengenal siapa itu Pattimura dan semangat perjuangannya.
“Jika Pattimura berani melawan penjajah untuk kemerdekaan, maka kita harus berani melawan kemalasan perpecahan dan ketidakadilan demi kemajuan bersama,” tegasnya.
Perkuat persaudaraan sejati, Pesan Gubernur, dan jangan biarkan perbedaan meretakkan hubungan antar orang basudara, karena Pattimura mengajarkan kita bahwa kekuatan terbesar Maluku adalah persatuan dan kebersamaan.
“Tanah ini pernah disiram darah pejuang, maka jangan kita nodai dengan kebencian, perpecahan dan pengkhianatan terhadap nilai persaudaraan,” tukasnya.










