Indeks Kualitas Lingkungan Hidup pada tahun 2017 mencapai skor 75,12 dan tahun 2019 naik dengan skor 76,50. Indeks Resiko Bencana di tahun 2017 adalah 179,2 dan tahun 2019 menurun pada angka 154,87 IRB, menunjukkan bahwa tingkat rawan bencana berkurang.
Indeks pelestarian budaya pada tahun 2019 adalah Indeks 15,97. Baru dapat diukur setelah RPJMD Periode 2019-2023.
“Dari 5 Misi Bupati dan Wakil Bupati serta 31 indikator kinerja dengan rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 93,20% atau bermakna baik” kata Hanubun.
Untuk tahun 2023 progres akan mengalami perubahan sehubungan Ancaman Resesi Ekonomi Global, krisis pangan dan krisis energi. Untuk itu, upaya penguatan ekonomi lokal, dan ketahanan pangan menjadi hal yang penting dan medesak dilaksanakan.
“Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Prioritas pembangunan dibagi atas pelayanan yang bersifat WAJIB yang meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Penanggulangan Kemiskinan,” ujar Bupati Hanubun.
Prioritas berdasarkan UNGGULAN Daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah, yaitu Bidang Perikanan, Pariwisata dan Kebudayaan, serta Prioritas yang bersifat PENUNJANG antara lain: Infrastruktur dan konetivitas, Lingkungan Hidup, Perlindungan Sosial, Komunikasi dan Informatika, Tata Kelola Pemerintahan, Ketertiban dan Ketentraman Umum.









