Menurut Ali, mestinya HMI diberikan kesempatan atau ruang untuk bertemu dengan Presiden Jokowi seperti pendemo di Papua yang langsung berjumpa dengan presiden sehingga aspirasi mereka dapat disampaikan tanpa harus ada penganiayaan.
“Perlu diketahui bahwa salah satu aspirasi yang kami ingin sampaikan kepada bapak presiden adalah mengusulkan percepatan pemerkaran Provinsi Maluku Tenggara Raya,” tandasnya.
Ali menambahkan, Kemarin pihaknya telah berkunjung ke Mapolres untuk mempresure laporan penganiayaan yang telah dilaporkan ke Polres Kota Tual.
“Harapan kami Kapolres Kota Tual dapat bertindak tegas dalam menyelesaikan persoalan penganiayaan terhadap kader-kader HMI,” tutupnya. (Dimas)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









