Porostimur.com | Ambon: Maluku dan Maluku Utara serta beberapa wilayah lain di Indonesia masih berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir. Kondisi cuaca ini bisa berlangsung hingga dua hari mendatang, 21-22 April 2020.
Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut berdasarkan adanya intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) yang melintasi wilayah Samudera Pasifik Utara Papua.
“Keadaan ini menyebabkan daerah di depan muka intrusi kondisi udara menjadi lebih lembap,” kata Dr Widada Sulistya DEA selaku Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi.
Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kep. Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Maluku Utara, dan Maluku.
Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang hingga kuat terdapat di 17 provinsi di Indonesia.
“Terdapat daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur. Konvergensi memanjang dari Sumatera barat hingga Bengkulu, di Laut Timor,” ujar Widada.




