Patra Alam, Buruh yang Aktivis

oleh -470 views

Penulis: Hasan Bahta, Pemerhati Sosial Maluku Utara

Kata-kata, nada dan mimiknya adalah satu paket penderitaan yang dia rasakan bersama teman-teman kerjanya selama dalam perusahan.

Lewat video berdurasi 1 menit 3 detik itu, Husen Mahmud, karyawan PT. IWIP menceritakan kondisi kehidupan dirinya dan teman-teman kerjanya yang mencekam.

Betapa tidak, karyawan yang sakit harus tetap bekerja, tanggal merah tak ada libur, Hari Raya Idul Fitri mereka tak diberi izin cuti untuk pulang.

“Bagitu sudah, bilang mo cari hidup me perusahan satu ini so talalu ee” keluh Patra.

Lelaki satu anak itu mengaku tak tahan atas perlakuan diskriminasi yang dia dan karyawan lainnya alami. Teman-temannya memilih bungkam dan tetap bekerja dalam kondisi kesakitan. Mereka seolah-olah tak tega pekerjaannya yang hari ini hilang. Mereka bekerja untuk kehidupan keluarganya di rumah.

Baca Juga  Tentukan Awal Zulhijah dan Iduladha 1447 H, Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei

Dengan suara lesu tak berdaya, Uchen sapaan akrabnya berujar ” Bapak bupati Halmahera Tengah, Bapak Gubernur Maluku Utara, ngoni gunakan ngoni pe kekuatan la coba tekan perusahan la biking aturan itu yang bae-bae sadiki” demikin permohonan Patra.

Di akhir video yang diunggah melalui akun facebooknya Patra Alam itu, dia mengajak kita semua untuk membayangkan bentuk “penindasan” yang diterimanya dari bangsa Asing.