IDI Halbar Kecam Pernyataan Pejabat, Sebut Langgar Etika dan Intimidasi Tenaga Medis

oleh -82 views
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Halmahera Barat menyoroti keras penggunaan kata-kata kasar oleh seorang pejabat daerah yang dinilai tidak mencerminkan etika publik dan berpotensi mengintimidasi tenaga medis.

Porostimur.com, Jailolo — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Halmahera Barat menyoroti keras penggunaan kata-kata kasar oleh seorang pejabat daerah yang dinilai tidak mencerminkan etika publik dan berpotensi mengintimidasi tenaga medis.

Ketua IDI Halbar Dominikus Gideon, menegaskan bahwa penggunaan makian seperti “bangsat” serta tuduhan tanpa data tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk kritik membangun.

“Penggunaan makian secara verbal justru meruntuhkan substansi argumen, memicu konflik, dan murni merupakan bentuk penghinaan,” tegasnya dalam rilis resmi, Selasa (19/5/2026).

Dinilai Langgar Etika dan Kode ASN

Menurut Dominikus, sebagai pejabat publik dan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bersangkutan seharusnya menjunjung tinggi etika komunikasi, menjaga tutur kata, serta menciptakan suasana yang kondusif.

Ia menilai pernyataan tersebut telah melanggar prinsip integritas dan etika jabatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Baca Juga  Korban Kebakaran Megamall Manado Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan

“Bagaimana bisa ingin memperbaiki sistem kesehatan jika cara penyampaiannya sendiri tidak bermoral?” ujarnya.

Soroti Hak Dokter yang Belum Dibayar

Dominikus juga menyinggung persoalan hak tenaga medis yang disebut belum dibayarkan selama empat bulan terakhir.

Ia mempertanyakan sikap pejabat tersebut yang justru menuntut kinerja dokter, sementara hak dasar mereka sebagai pekerja belum dipenuhi.

No More Posts Available.

No more pages to load.