Selain itu, pengembangan 400 ribu talenta AI pada 2030 menjadi prioritas, dengan investasi USD 968 juta untuk pendidikan, pelatihan, dan reskilling tenaga kerja.
Indonesia saat ini memiliki 364 startup AI dengan total pendanaan USD 1,08 miliar, serta proyek riset nasional seperti Sahabat-AI V2, Large Language Model (LLM) berparameter 70 miliar yang mendukung bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Indonesia Siap Jadi Pemain Global AI
Manoj Menon, CEO Twimbit, menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin era AI berdaulat di Asia. Sementara Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan bahwa kedaulatan AI adalah masa depan yang dimiliki dan dikendalikan Indonesia sendiri.
Laporan ini menutup dengan seruan aksi lintas sektor untuk membangun ekosistem AI yang berdaulat, memperkuat fondasi infrastruktur, menyiapkan talenta masa depan, serta menegakkan tata kelola yang beretika. Indonesia diharapkan melangkah dari sekadar pengguna teknologi menjadi arsitek peradaban digital berdaulat. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









