Serangan terhadap pusat teknologi tinggi bisa dilihat sebagai bentuk peringatan terhadap negara dan perusahaan yang dianggap memperkuat agresi Israel terhadap Palestina.
The Guardian menyebutkan keterlibatan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan Amazon dalam perang, meski secara teknis hanya sebagai penyedia layanan, telah menimbulkan perdebatan etika global. Namun realitasnya, dalam perang modern, cloud, AI, dan big data telah menjadi senjata baru.
Serangan fisik terhadap infrastruktur teknologi pun kini bukan lagi hal tabu. Iran tampaknya menyadari ini, dan memilih untuk menyerang bukan hanya pangkalan militer, tetapi pusat kendali data dan teknologi yang menopang kekuatan musuhnya.
Serangan ke kantor Microsoft bukan sekadar efek samping dari konflik bersenjata. Ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas yaitu mematikan otak digital dari sistem perang Israel.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









