Iran telah menyita dua kapal tanker minyak di perairan regional dalam sebulan terakhir. Teheran mengatakan, satu dihentikan sesuai dengan perintah pengadilan sementara yang lain melarikan diri dari wilayah itu setelah menabrak kapal Iran ketika dialihkan ke pelabuhannya. Namun, Washington menyebut penyitaan itu melanggar hukum.
Pernyataan Bagheri disampaikan usai para pejabat Iran mengadakan upacara di dekat perairan selatan negara itu. Acara ini untuk menyambut kembali dua kapal perangnya setelah perjalanan delapan bulan keliling dunia.
Kedua kapal yang adalah Fregat IRIS Dena yang membawa rudal anti-kapal dan torpedo dan IRIS Makran yang merupakan bekas kapal tanker minyak sebelum diubah menjadi kapal pangkalan depan pertama dan satu-satunya Iran. Kapal tersebut memulai perjalanan mereka dari pantai selatan Iran pada awal Oktober tahun lalu.
Kapal-kapal ini berlabuh di India selama tiga hari mulai 12 Oktober dan ditampung oleh pejabat Indonesia selama beberapa hari di sebuah pelabuhan di Jakarta mulai 5 November. Setelah mengarungi Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik serta bergerak di sepanjang Cile dan Argentina, mereka menuju Rio de Janeiro tanpa henti yang membawa mereka ke pantai Amerika Selatan untuk pertama kalinya. Pemerintah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada akhir Februari tahun ini mengizinkan kapal perang Iran berlabuh selama seminggu meskipun ada tekanan dari AS untuk melarangnya.




