Iran Mulai Rekayasa Balik Drone Bawah Laut AS yang Disita di Selat Hormuz

oleh -4 Dilihat
Iran akan mulai melakukan rekayasa balik terhadap drone bawah air milik Amerika Serikat. Foto/mehr

Anduril menyebut Dive-LD mampu menjalankan misi hingga sekitar 10 hari, tergantung konfigurasi dan kondisi operasi. Kendaraan tersebut memiliki panjang sekitar 5,8 meter dan bobot hampir tiga ton.

Iran sebelumnya mengumumkan telah menguasai sebuah wahana bawah laut tak berawak di sekitar pintu masuk Selat Hormuz pada 8 September 2026. Foto yang dirilis pihak Iran menunjukkan kendaraan yang secara visual cocok dengan desain Dive-LD buatan Anduril.

Namun, versi Iran mengenai insiden tersebut dibantah atau diminimalkan oleh pihak Amerika.

AS Sebut Drone Mengalami Kerusakan Sebelum Dikuasai Iran

Militer AS mengakui kehilangan wahana bawah laut tersebut, tetapi mengatakan kendaraan itu merupakan model lama yang mengalami gangguan teknis lebih dari sehari sebelum berada di tangan Iran.

Pentagon juga menyatakan drone tersebut tidak sedang mengumpulkan data sensitif dan tidak membawa perangkat sonar atau radar yang diklasifikasikan.

Baca Juga  Pengadilan Agama Ambon Gelar Sidang di Pelauw, Tujuh Perkara Disidangkan

Anduril juga menegaskan bahwa Dive-LD sejak awal dirancang sebagai sistem otonom yang dapat digunakan di lingkungan berisiko tinggi, dengan kemungkinan kehilangan kendaraan telah diperhitungkan dalam konsep operasinya.

Meski demikian, penguasaan unit fisik tersebut tetap memberi Iran kesempatan untuk mempelajari sejumlah aspek teknis kendaraan.

No More Posts Available.

No more pages to load.