Ironi Syahganda, Jalan Politik Anies, dan Tafsir Baru Etika

oleh -12 Dilihat

Demokrasi akan terasa sempit jika setiap jalan di luar pemerintahan dianggap sebagai tanda ketidakikhlasan menerima kekalahan. Padahal, keberadaan orang di luar kekuasaan juga memiliki arti. Ia dapat menjadi ruang bagi kritik, pengawasan, dan pengembangan alternatif politik. Pemerintahan membutuhkan kesempatan untuk bekerja, tetapi demokrasi juga membutuhkan orang-orang yang tidak seluruhnya berada di dalam pemerintahan.

Karena itu, ajakan rekonsiliasi semestinya tidak disertai penilaian sepihak terhadap watak orang yang diajak berdamai. Jika Anies memilih berada di luar kabinet, pilihan itu patut dinilai berdasarkan alasan dan sikap politiknya, bukan langsung diterjemahkan sebagai ego atau gengsi. Tidak perlulah sampai meramal persoalan batin seseorang hanya untuk menawarkan penyelesaian yang kita anggap paling tepat.

Baca Juga  Sarmuji Terima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas, Dorong Penguatan Kawasan Industri Jawa Timur

Sebab, ada perbedaan antara mengulurkan tangan dan menunjukkan bahwa orang lain harus menerima uluran itu agar dianggap dewasa. Karena itu yang pertama bisa membuka kemungkinan; yang kedua mulai membatasi pilihan. Dan rekonsiliasi yang baik seharusnya memperluas ruang politik, bukan membuat seseorang merasa perlu membuktikan dirinya bersih dari prasangka yang tidak pernah ia nyatakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.