Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan tiga hari berkabung menyusul serangan udara mematikan di rumah sakit di Gaza.
“Apa yang terjadi adalah genosida. Kami menyerukan komunitas internasional untuk segera turun tangan menghentikan pembantaian ini. Diam tidak lagi dapat diterima,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Organisasi Pembebasan Palestina menanggapi serangan tersebut, seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (18/10/2023).
Sekitar 3.000 orang telah tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak perang pecah 7 Oktober.
Lebih dari 1.400 orang di Israel tewas, sebagian besar ditembak mati oleh militan Hamas yang menyeberang dari Gaza dan menyerang komunitas perbatasan.
sumber: sindonews









