Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat tidak dapat memastikan senjata apa yang digunakan Israel atau bagaimana senjata tersebut digunakan dalam serangan di Rafah.
Berbicara kepada wartawan, Blinken menyebut serangan itu “mengerikan” dan mengatakan siapa pun yang melihat gambarnya telah terkena dampak “pada tingkat kemanusiaan yang mendasar.”
“Amerika Serikat sangat jelas terhadap Israel,” kata Blinken, yang dilansirThe Washington Post, Kamis (30/5/2024).
“Mengenai perlunya segera menyelidiki dan menginterogasi apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah serangan terhadap Rafah akan memengaruhi bantuan militer AS kepada Israel, dia mengatakan Washington akan menunggu hasil penyelidikan Israel.
“Amunisi seperti GBU-39 seringkali dipilih secara khusus untuk meminimalkan kemungkinan bahaya terhadap warga sipil atau objek sipil,” kata NR Jenzen-Jones, direktur Layanan Penelitian Persenjataan.
“Apapun itu, setiap serangan yang ditargetkan—dan terutama setiap serangan yang dilakukan di dekat warga sipil—diperlukan prosedur estimasi kerusakan tambahan yang kuat.”
Lebih dari 36.000 warga Palestina tewas dalam perang Hamas-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.









