Kapolresta Ambon Ungkap Asal Muasal Senjata Api yang Dijual Polisi ke KKB Papua

oleh -141 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Terkait penjualan senjata api oleh oknum kepolisian kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Maluku, Kombes Pol Leo SN Simatupang mengatakan, senjata api jenis revolver yang dijual tersebut diduga merupakan senpi milik polisi yang hilang di Aspol Tantui Ambon saat terjadi kerusuhan.

“Dari nomor register pistol revolver tersebut diketahui ternyata merupakan aset yang hilang ketika terjadi konflik kemanusiaan beberapa tahun lalu,” kata Leo, Rabu (24/2/2021).

Konflik kemanusiaan yang terjadi di Maluku sejak awal 1999 hingga 2004 ini menyebabkan asrama polisi Tantui Ambon ikut terbakar, dan di saat itulah sejumlah senpi dinyatakan hilang.

Salah satunya berhasil disita Polres Bintuni (Papua Barat) dari satu tersangka berinisial WT alias J.

Link Banner

Menurut Kapolresta, dari mulut tersangka inilah baru diketahui kalau dia membeli revolver tersebut dari seorang oknum polisi anggota Polresta Ambon berinisial MRA.

Baca Juga  MHB-GAS Siapkan Rencana Aksi P4GN untuk Perangi Narkoba

Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Kombes Pol Leo SN Simatupang mengatakan, senjata revolver ini sebetulnya milik anggota yang hilang saat kerusuhan Ambon 1999-2004 lalu.

Ketika itu, Asrama Polisi Tantui Ambon ikut terbakar dan sejumlah senjata api dinyatakan hilang. Salah satunya revolver yang didapati anggota Polres Bintuni dari tersangka berinisial WT.

Dari keterangan sementara, WT mendapati revolver ini dari tangan anggota Polresta Ambon berinisial MRA. Jadi oknum tersebut menjual kepada seorang perantara berinisial SN seharga Rp4 juta, baru dibeli kepada WT.

“Senjata ini tidak dijual secara langsung kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Barat, tetapi kepada seorang warga sipil sebagai perantara,” ujarnya.

Sebelumnya polisi mendapati dua anggota Polda Maluku diduga menjual senjata api kepada KKB. Kasus ini juga melibatkan oknum prajurit TNI dan warga sipil.

Baca Juga  Ubah Lagu Hati yang Kau Sakiti Dalam Bahasa Korea, Rossa Buat Gempar Korea Selatan

Sementara tujuh butir amunisi milik I yang juga dijual kepada tersangka J yang sudah ditahan Polres Bintuni karena diduga sebagai perantara untuk menjual senpi dan amunisi kepada KKB Papua Barat.

Kalau 600 butir amunisi kaliber 6,56 mili meter dijual oknum TNI berinisial Praka MS kepada warga sipil berinisial AT, lalu AT menjualnya lagi kepada tersangka J.

“Untuk sementara polisi telah menahan enam orang tersangka masing-masing berinisial SN, RM, HN, dan AT yang merupakan warga sipil ditambah dua oknum anggota Polri berinisial SHP alias S dan MRA, sedangkan Praka MS ditahan Pomda XVI/Pattimura,” katanya menambahkan.

(red)