Soal Kehadiran 46 TKA, Hipma Halsel di Tobelo Sebut Pemda Gagal Memutuskan Rantai Penyebaran COVID-19

oleh -553 views
Link Banner

Porostimur.com | Halsel: Kehadiran Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kepulauan Obi Kabupaten Halsel akhir pekan lalu, kini menuai kritik serta keresahaan publik masyarakat Maluku Utara di tengah pandemik Covid-19.

Salah satunya Himpunan Pelajar Mahasiswa (Hipma) Halsel di Tobelo kembali mengecam keras atas kehadiran TKA di tengah mewabahnya virus Covid-19.

Hipma menilai kehadiran tenaga asing di Obi seolah-olah Halmahera Selatan sedang membuka kran besar untuk penyebaran virus corona di bumi Saruma.

Ketua umum Himpma Halsel di Tobelo Safnet Togaku menuturkan di tengah pandeminya Covid-19 virus yang dapat mematikan itu mestinya semua jalur transportasi di pertegas oleh tim satgas di Halmahera Selatan, untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona di bumi Saruma.

Hal tersebut dikecam keras Safnet Tagaku selaku ketua umum Hipma Halsel di Tobelo.

Baca Juga  7 Referensi Gaya Fashion Minimalis, Simple But Classy!

Menurutnya perusahaan tidak hanya melanggar aturan Pemda setempat namun tengah melanggar peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

Pasalnya Peraturan ini berlaku mulai pada 2 April 2020 sampai dengan waktu yang tak ditentukan.

“Oleh karena itu kami meminta agar pemerintah daerah segerah mengambil langkah untuk memulangkan 46 tenaga asing yang sudah berada di Pulau Obi”, tutur Safnet Rabu, (15/4/2020).

Safnet menambahkan kehadiran 46 orang TKA di PT. Halmahera Persada Lygend (HPAL) adalah bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada seluruh karyawan.

Pasalnya terjadi pilih kasih oleh pihak perusahaan terhadap tenaga lokal dan tenaga asing di tengah pandemik Covid-19

Baca Juga  Kapolda Maluku Buka FGD Tentang Efektifitas Implementasi SOTK Pusinafis Bareskrim Polri

“Karyawan lokal kita sampai hari ini yang berada di area perusahan tidak lagi di perbolehkan untuk pulang kampung sampai masa covid-19 berlalu dan yang sudah pulang lebih dulu belum bisa di perkenankan untuk balik. Mirisnya 46 orang TKA di perkenankan untuk datang dan bisa beraktifitas di perusahan ini ada apa?,” imbuhnya.

Ketua Umum Hipma Halsel di Tobelo (Sefnat Tagaku) menilai Pemda Halsel gagal menjalankan misi dalam memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Kehadiran mereka kami menganggap pemda halsel gagal menjaga kenyamanan masyarakat halsel karena membiarkan tenaga asing masuk berkeliaran di tengah mewabahnya virus Corona,” ujarnya.

Selain itu, kata Safnet pemerintah daerah juga harus bersikap keras kepada pihak PT. HPAL atas tindakan tidak adil yang dilakukan bagi karyawan lokalnya. Dan juga segera mengeluarkan 46 tenaga asing dari Halamhera Selatan khususnya di palau Obi

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Laporan Kesatuan dan Penyerahan Memori Serah Terima Jabatan Kapolda Maluku

“Kami minta dengan tegas pemda segera pulangkan tenega asing sebab kehadiran mereka meresahkan warga yang berada di Kepulauan Obi”, tegas Safnet. (adhy)