Kehidupan Perempuan Tobelo

oleh -35 Dilihat

Untuk mencuci kaki perempuan dalam tradisi ini, hanya boleh dilakukan oleh anak gadis yang belum balik atau yang masih perawan. Sedangkan anak laki-laki tidak diperbolehkan, dengan didampingi orang tua yang bertugas memantra-mantra air dalam gelas lalu kemudian menyerahkannya kepada anak gadis untuk menyiram kaki perempuan tersebut. Tradisi ini sampai sekarang masih terlihat saat acara pernikahan suku Tobelo dan Galela (WorldVision 2005:67).

Sekian ulasan tentang kehidupan perempuan tobelo di atas baik yang saya kutip dari berbagai sumber buku dan Internet semoga menambah khanzana pengetahuan serta bermanfaat terhadap pembaca untuk lebih mengenal sejarah Maluku Utara lebih khususnya Tobelo.

Meskipun ulasan di atas tidak sempurna dan masih banyak kekurangan yang perlu saya perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan saya tentang disiplin ilmu sejarah serta referensi yang didapat. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat saya harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya. (*)

Baca Juga  Demonstrasi di Unpatti Ambon Ricuh, Mahasiswa Fakultas Hukum Terluka

Mamuya, 30 April 2025

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.