Kemenangan Maroko dan Memori Perang Tiga Raja – Runtuhnya Imperium Portugal di Tangan Muslim Maroko

oleh -51 Dilihat

Sultan Abdul Malik terus membakar semangat muslimin untuk mati syahid. Di seberang mereka, para kardinal Portugis pun melakukan hal yang sama, membakar semangat pasukannya yang dipimpin Sebastian. Pasukan Portugis menjadikan perang ini sebagai bagian dari Perang Salib.

Perang ditandai dengan 10 letusan meriam dari kedua belah pihak. Takbir menggema dari muslimin menggetarkan siapa pun yang mendengarnya. Majulah kedua pasukan saling merangsek. Sultan Abdul Malik maju di barisan depan menyerang pasukan tengah musuh. Namun penyakitnya yang parah membuatnya harus dibawa kembali ke dalam tenda. Di tenda ini, hanya ditemani saudaranya Ahmad al-Manshur serta pengawalnya Ridwan al-Alaj, Sultan memberikan instruksi perang dan meminta kematiannya disembunyikan dari tentara mujahidin hingga akhirnya Sultan Abdul Malik pun wafat.

Baca Juga  Lantik Pengurus Golkar Maluku, Bahlil Lahadalia Boyong Sejumlah Menteri ke Ambon

Semangat jihad disertai taktik perang berhasil menekan pasukan Sebastian. Tentara Muslim dibantu kavaleri elit Janisari Utsmaniyah menjadi momok menakutkan bagi Eropa. Tentara muslim berhasil menggulung pasukan sayap Portugis. Seluruh pasukan Portugis lari mundur ke jembatan Sungai Wadil Makhazin.

Aroma kematian menghinggapi pasukan Portugis karena banyak yang mati tercebur ke sungai, termasuk as-Sa’di dan Sebastian yang mayatnya tidak ditemukan. Sisanya tertawan dan terbunuh oleh pasukan muslim. Allah memberikan pertolongan-Nya dengan menghinakan pasukan Portugis di negeri kaum muslimin.

No More Posts Available.

No more pages to load.