Kemenangan Maroko dan Memori Perang Tiga Raja – Runtuhnya Imperium Portugal di Tangan Muslim Maroko

oleh -18 Dilihat

Imperium Portugal pernah mendunia dan membawa kekayaan melimpah bagi Portugal. Penjelajahan bangsa Portugis ini mulai menjelajahi pantai Afrika pada Tahun 1419. Namun, ketika terjadi Perang Tiga Raja, Imperium Portugal mengalami kekacauan bahkan berakhir runtuh di tangan pasukan Muslim Maroko.

Perang Tiga Raja (Battle of Three Kings) disebut juga Perang Wadil Makhozin (معركة وادي المخازن‎) atau Perang Istana Besar. Yaitu, pertempuran besar yang terjadi di Moroko Utara, dekat Kota Ksar-el-Kebir antara Tangier dan Fez, pada tanggal 4 Agustus 1578.

Pertempuran ini terjadi antara Abu Abdallah Mohammed II Saadi dari Dinasti Saadi dengan sekutunya Raja Sebastian dari Portugal, melawan pasukan Moroko di bawah Sultan Moroko. Raja Kristen merencanakan perang salib terhadap Abu Abdallah Mohammed II Sa’di dan meminta raja Sebastian untuk membantunya mengembalikan kekuasaannya, yang diambil oleh pamannya, Abdul Malik. Portugal kalah pada pertempuran ini.

Baca Juga  Sangkala: Realisasi Pinjaman Daerah Baru Rp296 Miliar dari Target Rp1,5 Triliun

Kenangan Pahit Bagi Portugal

Perang Tiga Raja: Runtuhnya Imperium Portugal di Tangan Muslim Maroko

Perang ini menjadi kenangan pahit dalam sejarah Portugal yang pernah mencoba menjajah Maroko kala itu. Bahkan dalam ensiklopedia Wikipedia tentang sejarah Imperium Portugis, peristiwa besar ini tidak disinggung sedikit pun karena mungkin menjadi aib besar di tangan pasukan Mujahidin.

No More Posts Available.

No more pages to load.