Kemiskinan Maluku Utara Naik, 77,85 Ribu Warga Jatuh Miskin pada Maret 2026

oleh -69 Dilihat
Upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Maluku Utara kembali menghadapi tantangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut mencapai 77,85 ribu orang pada Maret 2026, bertambah 3,04 ribu orang dibandingkan September 2025.

Di sisi lain, kemampuan belanja masyarakat kelompok terbawah tumbuh lebih lambat.

Pengeluaran per kapita desil 1 hanya meningkat 3,94 persen, sedangkan desil 2 tumbuh 2,79 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan ekonomi kelompok masyarakat terbawah belum mampu mengejar kenaikan biaya kebutuhan dasar.

“Beras menjadi komponen terbesar pembentuk Garis Kemiskinan, dengan kontribusi 19,85 persen di perkotaan dan 28,36 persen di perdesaan. Kebutuhan perumahan juga menjadi beban besar bagi masyarakat miskin,” kata Harim saat menyampaikan Berita Resmi Statistik, Kamis (5/8/2026).

Kenaikan biaya kebutuhan dasar tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi rumah tangga berpendapatan rendah. Sebab, ketika pengeluaran meningkat lebih cepat dibandingkan kemampuan pendapatan, ruang ekonomi masyarakat semakin sempit.

Baca Juga  Jembatan Merah Putih Pastina Resmi Digunakan, Bupati Sula Apresiasi TNI dan Warga

Tekanan tersebut juga tidak hanya terjadi pada masyarakat perkotaan.

Petani Tertekan, Kemiskinan Perkotaan Justru Lebih Dalam

Sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Maluku Utara juga menghadapi tekanan.

BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Maluku Utara turun dari 107,42 pada September 2025 menjadi 102,34 pada Februari 2026.

“Penurunan NTP menunjukkan kemampuan tukar petani melemah dan berpotensi mempersempit ruang ekonomi rumah tangga yang menggantungkan pendapatan rumah tangga pada sektor pertanian,” ujar Harim.

No More Posts Available.

No more pages to load.