Porostimur.com, Ternate – Upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Maluku Utara kembali menghadapi tantangan. Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut mencapai 77,85 ribu orang pada Maret 2026, bertambah 3,04 ribu orang dibandingkan September 2025.
Kenaikan tersebut ikut mengerek persentase penduduk miskin dari 5,59 persen menjadi 5,79 persen dalam kurun enam bulan.
Meski secara tahunan persentase kemiskinan masih turun tipis 0,02 poin dibandingkan Maret 2025, peningkatan jumlah penduduk miskin dalam enam bulan terakhir menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan masyarakat Maluku Utara.
Plt. Kepala BPS Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan peningkatan tersebut terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Di perkotaan, jumlah penduduk miskin meningkat dari 22,91 ribu menjadi 24,25 ribu orang. Sementara di perdesaan naik dari 51,90 ribu menjadi 53,61 ribu orang.
Biaya Hidup Naik, Daya Beli Warga Miskin Tertekan
Menurut Harim, tekanan ekonomi masyarakat terlihat semakin jelas jika dikaitkan dengan perkembangan Garis Kemiskinan.
Pada Maret 2026, Garis Kemiskinan Maluku Utara mencapai Rp724.488 per kapita per bulan. Angka tersebut naik 4,61 persen dibandingkan September 2025 dan meningkat 9,37 persen dibandingkan Maret 2025.









