Orang akan cenderung berusaha agar mereka bisa hidup, akan terus mengembangkan hidupnya dengan usaha, sesuai dengan semangat hidup yang dimiliki. Tapi memang ada orang yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang pemalas, sehingga kurang memiliki semangat bekerja keras. Masyarakat yang cenderung berbudaya malas rata-rata memang akan tertinggal dibanding masyarakat yang suka kerja keras.
Namun ada kalanya budaya malas tidak bersifat genetik, tapi terbentuk oleh lingkungan sosial dan bahkan relasi kuasa (politik). Seperti masyarakat Indonesia, misalnya, yang masyarakatnya dianggap pemalas dan kurang punya etos kerja yang tinggi. Tapi bisa jadi banyak orang yang menganggur bukan karena pemalas, tapi memang tidak ada sarana untuk berproduksi, tidak ada peluang kerja.
Mau bertanam, tapi tidak punya tanah. Ini adalah masalah dasar jika masyarakat kita katanya adalah masyarakat agraris. Makanya jalan membangkitkan ekonomi di Negara-negara yang akhirnya maju adalah melakukan kebijakan ‘pembaruan agraria’ (‘agrarian reform’) atau membagi-bagi tanah pada rakyat. Negara membuat kebijakan agar kepemilikan tanah dibatasi, tidak boleh orang yang memiliki tanah yang luasnya berlebihan sementara banyak orang yang tak punya tanah.








