Kenapa Indonesia Kok “Begini-Begini Saja”?

oleh -41 views

Maka, ada orang yang dulunya disebut pengusaha kini menjadi orang biasa. Bahkan kebangkrutan bisa mencekik orang yang awalnya pengusaha ini terlilit hutang. Hartanya bukan hanya habis, tapi juga masih berhutang. Ia terjerat situasi hidup yang sangat sulit. Hidupnya hancur berantakan. Orang yang dulu dibanggakan dan dipuja banyak orang, akhirnya dipandang rendah. Saat ia jaya banyak orang mengagumi, mendekat dan menjilat. Setelah tidak punya apa-apa lagi, jarang yang mendekat. Bahkan orang yang awalnya menyayanginya malam menjauh dan meninggalkannya.

Sementara itu, ada situasi di mana yang kondisi seseorang atau masyarakat terasa stagnan karena tidak ada kemajuan. Hidup sepertinya “begini-begini saja”. Selalu dihantui dengan bagaimana cara mencari penghasilan yang terasa sulit. Mulai dapat penghasilan, tapi harga-harga kebutuhan pokok naik, harga biaya hidup naik.

Baca Juga  Polda Maluku Bongkar Praktik Jual Beli Emas Ilegal di Pulau Buru, 3 Pelaku Diamankan

Ada yang kerjanya dibuat lebih keras, tetapi kebutuhan hidup yang harus dipenuhi diperoleh dengan biaya yang lebih tinggi. Sementara kebijakan Negara tak jarang merugikan rakyat. Bisa jadi kondisi hidup yang “nggak maju-maju” dan bahkan semakin sulit itu bukan karena malas, tapi bisa jadi hal ini karena bentukan sosial-budaya dan politik.  Bisa jadi akibat dari penjajahan yang berlangsung lama dan masih mewarisi sistem ekonomi-politik yang eksploitatif. Mungkin ada orang yang bekerja keras, tapi tetap miskin karena sistem ekonomi yang eksploitatif.  Sementara elit-elit yang membuat kebijakan kesejahteraannya kian membaik dan pendapatannya sangat berlebih, rakyat yang di bawah kian sulit hidupnya! (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.