Kenapa Indonesia Kok “Begini-Begini Saja”?

oleh -27 views

Oleh: Nurani Soyomukti, penulis, pegiat literasi, pendiri Institute Demokrasi dan Keberdesaan (INDEK)

Kemajuan terjadi karena adanya tenaga produktif dan kekuatan progresif yang tumbuh dan tidak terhambat. Juga adanya relasi kesetaraan, hilangnya sifat eksploitatif terhadap sumber daya manusia. Alam boleh dieksploitasi seperlunya, kalau bisa tidak berdampak pada kerusakan dan bencana. Lalu hasil dari memanfaatkan sumber daya alam itu  bermanfaat untuk banyak orang.

Tenaga produktif adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang berguna untuk dimanfaatkan, bukan hanya dijual untuk mencari keuntungan sedikit orang. Kalau sedikit orang menciptakan barang-barang, lalu barang itu dijual, sementara banyak orang yang tidak mampu membelinya gara-gara tak punya uang, kira-kira apa yang terjadi?

Baca Juga  Kejati Periksa Eks Kepala DPMPTSP Maluku Terkait Izin Tambang di SBB

Yang terjadi adalah barang-barang menumpuk di gudang, tapi tak terpakai. Lama-lama barang yang tidak digunakan itu rusak. Tentu kita bertanya: Bukankah ironis ketika ada barang-barang yang tersedia dan tidak digunakan itu rusak sedangkan banyak  orang yang sebenarnya membutuhkan barang itu? Hanya karena tidak punya uang untuk membeli, lantas mereka tidak bisa menggunakan atau memanfaatkannya?

Ya jelas itu adalah ironi. Banyak bahan pangan tertumpuk di gudang tetapi banyak orang yang tak bisa makan. Inilah akibat dari ideologi kepemilikan pribadi. Di istana para raja banyak kemewahan, banyak sumber makanan yang berlebih, banyak barang-barang yang tersedia, tetapi di luar istana banyak rakyat yang kelaparan, tidak berpunya, dan hidupnya tentu sengsara.

No More Posts Available.

No more pages to load.