Ketika Ide Federasi Kembali Mengetuk Pintu Maluku Utara

oleh -173 Dilihat

Jangan menganggap federasi sebagai mantra.

Federasi tidak otomatis membuat rakyat kaya.

Federasi tidak otomatis menghapus korupsi.

Federasi tidak otomatis membuat birokrasi bersih.

Federasi tidak otomatis membuat elite lokal menjadi malaikat.

Kekuasaan yang terlalu besar di Jakarta memang berbahaya.

Tetapi kekuasaan yang terlalu besar di tangan segelintir elite lokal juga sama berbahayanya.

Jangan sampai kita mengusir oligarki pusat hanya untuk mempersilakan oligarki daerah masuk melalui pintu belakang.

Jangan sampai rakyat Maluku Utara hanya mengganti tuan.

Sebab yang diperjuangkan seharusnya bukan perpindahan kekuasaan dari Jakarta ke elite lokal.

Yang diperjuangkan adalah perpindahan kekuasaan dari elite kepada rakyat.

Di situlah ukuran sebenarnya.

Jika federalisme hendak dibicarakan, maka bicarakan dengan kepala dingin.

Baca Juga  TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon Resmi Dibuka, Bangun Jalan hingga Rehab Rumah Warga

Bicarakan desain konstitusinya.

Bicarakan pembagian kewenangan.

Bicarakan fiskal.

Bicarakan sumber daya alam.

Bicarakan demokrasi lokal.

Bicarakan mekanisme kontrol.

Bicarakan hak rakyat.

Bicarakan juga kemungkinan buruknya.

Sebab gagasan besar tidak boleh dibangun dari mabuk sejarah.

Ia harus dibangun dari kejernihan.

Jangan Takut pada Pertanyaan

Pada akhirnya, saya kira, persoalan federasi bukan terutama persoalan tentang bentuk negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.