Ketika Ide Federasi Kembali Mengetuk Pintu Maluku Utara

oleh -173 Dilihat

Mengapa kita begitu mudah ketakutan kepada sebuah kata?

Barangkali karena kita belum selesai berdamai dengan sejarah.

Atau mungkin karena kita tahu, di balik kata federasi ada sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar perubahan sistem pemerintahan.

Ada rasa tidak adil.

Ada ingatan yang panjang.

Ada daerah-daerah yang merasa terlalu lama menjadi halaman belakang dari sebuah rumah yang dibangun bersama.

Dan Maluku Utara, dengan lautnya yang luas, tanahnya yang kaya, sejarahnya yang panjang dan ingatannya yang keras kepala, sedang mengingat kembali sesuatu yang pernah dilupakan.

Ketika Sebuah Kata Menjadi Hantu

Di Indonesia, federalisme seperti hantu yang tidak pernah benar-benar dikuburkan.

Kita tidak membicarakannya, tetapi bayangannya ada.

Baca Juga  Kabut Asap Makin Tebal, Wali Kota Ambon Imbau Warga Gunakan Masker dan Waspadai Karhutla

Kita menganggapnya selesai, tetapi ia sesekali bangun dari makam sejarah.

Barangkali karena sejak awal republik ini dibentuk, perdebatan tentang bagaimana Indonesia seharusnya disusun memang tidak pernah sederhana.

Indonesia pernah berdebat tentang negara kesatuan.

Indonesia pernah berdebat tentang negara federal.

Dan para pendiri republik bukanlah sekumpulan manusia yang selalu sepakat. Mereka bertengkar, berdebat, berbeda pandangan, bahkan saling curiga tentang bentuk negara yang paling mampu menampung kepulauan yang begitu luas dan manusia yang begitu beragam.

No More Posts Available.

No more pages to load.