Ketua Asprov PSSI Malut: Tidak Ada Sepakbola yang Seharga Nyawa Manusia

oleh -0 Dilihat

Porostimur.com, Ternate – Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara Edi Langkara menyatakan, tragedi Kanjuruhan Malang merupakan tragedi kemanusiaan bagi bangsa ini.

“Saya berharap tragedi kemanusiaan ini menyadarkan kita semua untuk berbenah agar sepakbola menjadi wadah yang menyatukan kita semua sebagai bangsa. Tidak Ada Sepakbola Yang Seharga Nyawa Manusia,” ujarnya kepada jurnalis porostimur.com, Jumat (7/10/2022) di Ternate.

Edi berharap, kedepan ada perbaikan yang signifikan terhadap manajemen penyelenggaraan kompetisi, termasuk protap pengamanan agar tak terulang lagi tragedi yang merenggut nyawa ratusan jiwa rakyat yang tak berdosa.

Bupati Halmahera Tengah ini menegaskan, stadion sepakbola harus menjadi wahana untuk membahagiakan bagi rakyat dan bukan menjadi tempat merenggang nyawa.

“Hari kelam sepakbola Indonesia dalam tragedi Kanjuruhan Malang harus jadi catatan baik bagi kami sebagai Federasi sepakbola juga perubahan SOP pengamanan oleh pihak kepolisian agar tak ada korban penonton,” tukasnya.

Baca Juga  Rp420 Ribu Dana PIP Siswa SMA PGRI 2 Kairatu Diduga Dipotong, APH Diminta Usut

Edi Langkara menambahkan, para suporter dan seluruh insan bola harus dewasa, bahwa sepakbola itu adalah menang dan kalah dan jangan dijadikan hasil sepakbola sebagai sekedar tujuan tetapi semua harus dipahami sebagai bagian dari permainan yang harus dinikmati dengan penuh persahabatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.