Kisah umat Nabi Luth AS merupakan salah satu peringatan dalam Al-Qur’an tentang akibat dari pembangkangan terhadap perintah Allah SWT. Cerita ini tidak hanya disampaikan sebagai sejarah umat terdahulu, tetapi juga sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang dimurkai Allah SWT.
Kisah Nabi Luth AS dan kaumnya dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an, di antaranya dalam Surat Al-Anbiya ayat 74-75, Surat Hud ayat 82-83, serta Surat Al-Qamar ayat 33-38. Allah SWT menggambarkan bagaimana suatu kaum dihancurkan akibat kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan dan terus-menerus, meski telah mendapat peringatan dari seorang nabi.
Penyimpangan Kaum Nabi Luth AS
Dikisahkan dalam buku Situs-Situs dalam Al-Qur’an: Dari Banjir Nabi Nuh hingga Bukit Thursina karya Syahruddin El-Fikri, Nabi Luth AS diutus Allah SWT kepada suatu kaum yang tinggal di wilayah Sodom dan sekitarnya. Kaum ini dikenal melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya, yakni melakukan hubungan seksual sesama jenis (homoseksual). Perilaku ini dilakukan secara terbuka dan dianggap sebagai hal yang biasa di tengah masyarakat mereka.
Allah SWT mengabadikan teguran Nabi Luth kepada kaumnya dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara ayat 165-166:









