Waktu pun berlalu, tongkat Nabi Sulaiman AS perlahan dimakan rayap hingga akhirnya rapuh. Saat tongkat itu patah, tubuh Nabi Sulaiman AS jatuh tersungkur ke tanah. Barulah saat itu para jin dan manusia menyadari bahwa beliau telah lama wafat.
Berita wafatnya Nabi Sulaiman AS menyebar dengan cepat. Manusia berdatangan, burung-burung tampak berputar di angkasa, dan hewan-hewan pun terlihat murung. Semua bersedih atas kepergian seorang nabi yang mulia. Dalam beberapa riwayat disebutkan, burung-burung menangis karena merasa kehilangan satu-satunya manusia yang mampu memahami bahasa mereka.
Kepergian beliau menjadi momen yang membekas bagi seluruh makhluk. Tidak ada lagi yang mampu berbicara dengan burung seperti beliau. Tidak ada lagi pemimpin seadil dan sebijak itu yang dihormati oleh manusia, jin, dan hewan sekaligus.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi manusia, agar tidak mudah mempercayai anggapan bahwa ada makhluk selain Allah yang mampu menyingkap perkara ghaib. Segala pengetahuan, kekuasaan, dan kehidupan sendiri, semuanya ada di bawah kehendak-Nya.
sumber: detikhikmah









