Porostimur.com, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 2026 yang melibatkan puluhan mahasiswa di wilayah Kepulauan Kei.
Sebanyak 62 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pattimura diterjunkan selama 50 hari untuk menjalankan program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah.
Fokus pada Ketangguhan Pulau Kecil
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM, Leni Sophia Heliani, menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha serta penguatan ketahanan wilayah pulau kecil terhadap dampak perubahan iklim.
“KKN-PPM 2026 mengangkat tema pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan dan pengembangan usaha masyarakat berbasis ketangguhan masyarakat pulau kecil terhadap perubahan iklim,” ujarnya saat menyampaikan laporan kegiatan di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Selasa (23/6/2026).
Sebanyak 39 mahasiswa ditempatkan di wilayah Kei Kecil Timur Selatan, terdiri dari 29 mahasiswa UGM dan 10 mahasiswa Universitas Pattimura. Sementara itu, 23 mahasiswa lainnya menjalankan program di wilayah Kei Kecil Barat.
Mereka akan melakukan pendampingan di sejumlah ohoi, di antaranya Elaar Let, Elaar Lamagorang, dan Elaar Ngursoin, serta beberapa desa lainnya.
Empat Klaster Program dan Kolaborasi Pentahelix
Pelaksanaan KKN-PPM difokuskan pada empat klaster utama, yakni sains dan infrastruktur, agro dan lingkungan, kesehatan, serta sosial dan komunikasi.
Program yang dijalankan mencakup penguatan sektor pertanian dan perikanan, konservasi mangrove, penyusunan masterplan pariwisata, edukasi kesehatan, hingga pengembangan regulasi dan potensi ekonomi desa.
Menurut Leni, pendekatan tahun ini diperkuat melalui kolaborasi pentahelix dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Pelindo, Pupuk Indonesia, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Maluku Tenggara.
Ia menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang berharga.
“Mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dengan hidup dan berinteraksi langsung bersama masyarakat yang memiliki keberagaman agama dan budaya, namun tetap hidup rukun dalam semangat persaudaraan,” katanya.
Utamakan Keselamatan dan Keberlanjutan
Selain program pemberdayaan, aspek keselamatan peserta juga menjadi perhatian utama. Seluruh mahasiswa telah mendapatkan pembekalan terkait Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), termasuk mitigasi risiko di wilayah perairan.
Leni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, para camat, kepala ohoi, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan program ini.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, KKN-PPM diharapkan mampu melahirkan inovasi dan model pemberdayaan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah kepulauan terhadap dampak perubahan iklim di masa depan.
(red/mcmalra/adolof)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









