Porostimur.com, Tual — Kasus pencurian hewan ternak yang meresahkan warga Desa Mastur, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), mulai menemui titik terang.
Seorang pria berinisial J.R, yang diduga terlibat dalam komplotan pencurian ternak, disebut mengungkap aksi kelompok tersebut kepada sejumlah warga yang menjadi korban. Pengakuan itu disampaikan J.R setelah kecewa terhadap pembagian hasil yang diterimanya dari setiap aksi pencurian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pencurian sapi tersebut telah berlangsung sejak 2024 dan diduga terus terjadi hingga September 2026. Dalam kurun waktu tersebut, sedikitnya 22 ekor sapi milik warga dilaporkan hilang.
Sapi terakhir dilaporkan hilang pada 13 September 2026. Kasus tersebut kemudian mendorong sejumlah korban untuk menelusuri informasi yang diperoleh dari J.R hingga akhirnya membuat laporan resmi kepada aparat kepolisian.
“Total hewan ternak yang hilang sejak 2024 hingga 2026 sebanyak 22 ekor sapi,” ujar salah satu korban kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
Beraksi Dini Hari, Daging Sapi Diangkut Menggunakan Mobil
Menurut keterangan korban, J.R mengaku aksi pencurian dilakukan pada waktu yang tidak menentu. Namun, beberapa aksi disebut berlangsung pada dini hari, termasuk sekitar pukul 03.00 WIT.









