Konsorsium Lease Teken Memorandum, Pemekaran Jadi Harga Mati

oleh -1,107 views

“Lease adalah jantung Maluku. Pemekaran ini adalah harga mati bagi masyarakat kita. Tidak ada lagi alasan untuk menunda, sebab setiap anak Lease berhak menikmati pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang lebih dekat, dan peluang kemajuan yang lebih besar,” tegasnya.

Pekikan “Lease Mekar Okee!”

Pertemuan bersejarah itu ditutup dengan pekikan seruan bersama: “Lease Mekar Okee!”, yang menggema di ruangan dan menyalakan kembali semangat perjuangan yang telah dirawat hampir dua dekade.

Dengan lahirnya memorandum ini, Konsorsium Lease mengirim pesan jelas kepada pemerintah: aspirasi pemekaran tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Kini, bola berada di tangan pemerintah daerah maupun pusat—apakah mendengarkan suara rakyat Lease atau kembali membiarkan aspirasi ini menggantung.

Bagi Konsorsium Lease, jawabannya sudah tegas: Pemekaran Kepulauan Lease adalah harga mati. Tidak bisa ditawar.

Baca Juga  Kuliner Malam di Pantai Rumah Tiga Kian Ramai, UMKM Lokal Tumbuh Pesat

Isi Memorandum: Tekad Bersama Masyarakat Lease

Memorandum yang dibacakan dan ditandatangani dalam pertemuan ini memuat empat poin utama perjuangan:

  1. Melanjutkan Perjuangan Sejak 2006 – aspirasi pemekaran harus terus disuarakan dan diperjuangkan bersama.
  2. Lease Sudah Layak Dimekarkan – berdasarkan kajian akademik, Kepulauan Lease memenuhi syarat untuk menjadi DOB Kota Kepulauan Lease.
  3. Pemekaran Adalah Harga Mati – tekad anak-anak Lease dari Nusalaut, Saparua, dan Haruku sudah bulat memperjuangkan pemekaran.
  4. Desakan kepada Pemerintah dan DPRD – memorandum ini ditujukan kepada Pemerintah, Bupati Maluku Tengah, dan DPRD untuk menjadi perhatian serius.

Penandatanganan dilakukan oleh sejumlah tokoh yang mewakili keragaman pulau dan komunitas Lease, menegaskan bahwa ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata persatuan dan tekad masyarakat. (Leonard Manuputty)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.