Korban Perang Iran Bertambah, 444 Tentara AS Tewas Sejak Berakhirnya Epic Fury

oleh -2 Dilihat
Investigasi The Intercept berdasarkan data resmi Pentagon menunjukkan, dari total 880 personel militer AS yang tercatat tewas atau terluka sejak perang dimulai, sebanyak 444 kasus terjadi dalam 12 minggu setelah 7 Juli 2026.

Porostimur.com, Washington — Jumlah personel militer Amerika Serikat (AS) yang tewas atau terluka dalam perang melawan Iran terus meningkat, bahkan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan Operasi Epic Fury berakhir.

Investigasi The Intercept berdasarkan data resmi Pentagon menunjukkan, dari total 880 personel militer AS yang tercatat tewas atau terluka sejak perang dimulai, sebanyak 444 kasus terjadi dalam 12 minggu setelah 7 Juli 2026.

Angka tersebut berarti lebih dari separuh total korban resmi Pentagon tercatat setelah pemerintah AS mengumumkan berakhirnya Operasi Epic Fury, yang berlangsung selama 18 minggu.

Data tersebut berasal dari Defense Casualty Analysis System (DCAS), sistem Pentagon yang memisahkan korban dalam Operasi Epic Fury dengan korban yang dikategorikan sebagai Overseas Operations atau operasi luar negeri. Pentagon sebelumnya menyatakan kategori terakhir mencakup korban dari operasi lanjutan di Timur Tengah setelah Epic Fury berakhir.

Hampir 100 Korban Tercatat pada September

Lonjakan korban juga terlihat pada September 2026. Menurut laporan The Intercept, hampir 100 personel militer AS tewas atau terluka sepanjang bulan tersebut.

Baca Juga  Kalah dari Yunani, Ini Kata-kata Menohok Schweinsteiger buat Timnas Jerman

Pentagon sebelumnya menambahkan 29 pelaut Angkatan Laut AS dan delapan anggota Korps Marinir ke dalam daftar personel yang terluka. Penambahan 37 kasus itu membuat jumlah personel yang tercatat terluka mencapai 861 orang. Sementara itu, 19 personel tercatat meninggal dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.