Washington Post juga melaporkan penambahan tersebut, namun Departemen Pertahanan AS tidak memberikan penjelasan publik mengenai waktu dan keadaan yang menyebabkan 37 personel tersebut terluka. Seorang pejabat Angkatan Laut menyatakan data korban telah diverifikasi, tetapi tidak mengungkap unit yang terlibat.
The Intercept, dengan mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan delapan anggota Marinir tersebut terluka dalam serangan rudal jelajah Iran pada 14 September.
Para pejabat itu menyebut para Marinir berada di atas sebuah kapal yang identitasnya belum dipublikasikan di Selat Hormuz. Cedera yang dialami diduga termasuk trauma otak.
Laporan Washington Post kemudian menyebut delapan Marinir mengalami luka, antara lain akibat menghirup asap dan trauma kepala, dalam serangan Iran terhadap sebuah kapal nonmiliter. Pemerintah AS sebelumnya tidak mengungkapkan insiden tersebut.
Identitas serta status kapal tersebut hingga kini belum diungkapkan kepada publik.
Data Korban Pentagon Kembali Dipertanyakan
Peningkatan jumlah korban tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai cara Pentagon mencatat korban dalam perang Iran.
DCAS mencatat korban berdasarkan kategori operasi. Perubahan kategori setelah berakhirnya Operasi Epic Fury membuat sebagian besar korban setelah 7 Juli masuk dalam klasifikasi Overseas Operations, meskipun masih berkaitan dengan rangkaian konflik Iran.









