Washington Post sebelumnya juga melaporkan adanya persoalan dalam pencatatan korban. Pada September, media tersebut menyebut sejumlah pejabat AS meyakini jumlah personel militer yang meninggal akibat konflik Iran lebih tinggi daripada angka yang tercantum secara terbuka dalam basis data Pentagon. Pentagon membantah laporan tersebut.
The Intercept juga menyoroti keterlambatan pencatatan sejumlah korban. Delapan Marinir yang disebut terluka dalam serangan 14 September, misalnya, baru masuk dalam daftar resmi Pentagon beberapa hari kemudian.
Sementara itu, konflik antara AS dan Iran masih berlangsung dengan ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah, termasuk di sekitar Selat Hormuz.
Data resmi Pentagon hingga akhir September menunjukkan sedikitnya 19 personel militer AS meninggal dan 861 lainnya terluka dalam kategori korban yang tercatat sejak perang dimulai. Namun, angka tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan mengenai cakupan dan klasifikasi korban perang.
sumber: sindonews









