Laba Harita Nickel (NCKL) Naik 20% Jadi Rp5,62 T

oleh -181 views

Ada pula lini produksi tambahan dari PT Halmahera Persada Lygend (HPL), fasilitas pemurnian limonit (bijih nikel kadar rendah) berbasis hidrometalurgi (HPAL) untuk menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Dari lini bisnis pertambangan, Harita Nickel mencatat kenaikan volume penjualan bijih nikel sebesar 98%, atau mencapai 15,38 juta wmt (wet metric ton) dibanding 7,77 juta wmt pada tahun 2022, yang terdiri dari saprolit sebanyak 6,30 juta wmt, naik 235% dari 1,88 juta wmt, dan limonit sebanyak 9,08 juta wmt, naik 54% dari 5,89 juta wmt.

Sedangkan dari lini bisnis pengolahan dan pemurnian nikel. Harita Nickel di FY23 juga membukukan peningkatan produksi feronikel sebesar 300%, dari 25.372 ton di 2022 menjadi 101.538 ton di 2023, dan kenaikan produksi MHP (mixed hydroxide precipitate), yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik, sebesar 50%, dari 42.310 ton di 2022 menjadi 63.654 ton di 2023.

Baca Juga  Omoda O4 Meluncur, SUV Kompak Bermesin Hybrid dan Listrik

Perluasan kemampuan produksi pun memungkinkan Harita Nickel memenuhi permintaan di sektor baterai kendaraan listrik. Salah satunya adalah fasilitas pemurnian limonit kedua dengan teknologi HPAL dari Obi Nickel Cobalt (ONC) yang diharapkan akan mulai beroperasi pada tahun ini.

Sepanjang 2023, NCKL mencatat Total ekuitas sebesar Rp 28,39 triliun dan Liabilitas Rp 16,89 triliun. Sehingga, aset perseroan menjadi Rp 45,28 triliun pada 2023. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.