Lima Puisi Sion Selfanay

oleh -43 views
Link Banner

Separuh Hidupku Hilang

Sehelai rindu jatuh;
Tertiup angin rasa yang bisu
bersama sepotong janji
yang tergantung hingga mengering di atas bukit itu.

Sepotong kenangan menjadi abu;
Terbakar panasnya api cemburu
bersama hati-hati pahit yang menempelkan kepalsuan pada senyuman

Secarik kertas hancur;
Dibasahi oleh darah kebencian
hingga hancur bersama dua rasa yang mengigil dalam kedinginan amarah.

Separuh hidupku hilang entah kemana? Yang ada hanyalah tetesan air mata kenangan yang mengering di dadaku yang kurus kering

Link Banner

Gatik, 24 Agustus 2020

=========

Dik

Dik! Gengam erat tanganku, peluklah aku, pejamkan matamu, dan biarkan kedua bola matamu saling bertengkar di kala malam begitu kejam, menerkam gelap hingga terlelap habis oleh cahaya senyumanmu.

Aku takut, Katamu!
Kenapa? tanyaku yang sampai sekarang masih tergantung bagai layangan di langit-langit hatimu, yang ketika jatuh tak dikejar anak-anak melainkan dijemput rasa sakit.

Dik! Sampai sekarang sapaan ini masih segar terucap oleh bibirku, walau tak asing lagi bagi gendang telingamu yang menolak akan kata ini.

Apa kau gila, Katamu!
Iya! Cintalah yang membuatku gila akan dirimu, hingga jatuh berulang kali, namun masih mencoba untuk berdiri hanya demi menatap matamu; bak sinaran bulan yang menyinari malam dengan dingin.

Baca Juga  Tangkap Bandar Togel, Puluhan Personil Dapat Penghargaan dari Kapolres Malteng

Dik! Entah kenapa, hari ini tak ada hujan, namun aku merasa jatuh dan basah, apa kau tahu sebabnya?

Tidak, Katamu!
Sambil kau pejamkan kedua matamu, seakan tak ingin memandangku yang sedang gelisah ketika mendengarkan suara hatimu yang sedang meneriakkan kata; menolak lupa.

Gatik, 22 Agustus 2020
=======

Sepucuk Surat untuk Kekasihku

Sly! Sudah 75 tahun kita sama-sama merayakan hari kemerdekaan negeri ini, yang oleh karena darah para pahlawan, yang membela negeri ini selama 350 tahun hari ini kita bisa bebas dari zaman penjajahan.

Sly! Apa kau masih ingat, bagaimana perjuangan mereka demi memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, mereka tak mengenal lelah, atau pun mengaku kalah pada keterbatasan mereka yang hanya mengunakan bambu runcing.

Sly! Aku harap kau akan seperti mereka, yang walaupun dengan begitu banyak kekurangan akan alat perang, mereka tetap maju untuk berjuang. Jangan kau seperti generasi penerus saat ini, yang hanya persoalan sepele mengenai putus cinta, mereka sampai-sampai mengaku tak berdaya.

Sly! Bila aku bertanya tentang kebebasan terhadapmu apa yang nantinya kau jawab untuku? Bila aku bertanya tentang esensi kemerdekaan yang sesungujnya terhadapmu apa yang nantinya kau jawab untukku? Jangan lagi kau membohongiku dengan mengatakan bahwa kau telah merdeka, jika ayah dan ibumu masih bermandian keringat demi sekilo beras, serta adik-adikmu yang tak bersekolah hanya tak ada uang masuk sebagai satu persyaratan untuk masuk sekolah.

Baca Juga  Pemprov Maluku Utara Bebaskan Denda PKB dan BBNKB

Sly! Jadi di mana letak kemakmuran negeri ini? Di mana implementasi UUD 1945 alinea ke 4 yang dengan jelas mengatakan bahwa; mencerdaskan kehidupan bangsa? Apa semua itu hanyalah sebua opini belaka, atau semua itu hanyalah sesuatu bak fatamorgana.

Sly! Negeri ini sedang tidak baik-baik saja, untuk itu jika kau dewasa nanti, kau harus menanam prisip bahwa; melawan jika benar, dan diam jika salah.

Gatik, 17 Agustus 2020
=========

Lantas Mengapa Kau Menangis

Lantas mengapa kau menangis hanya karena rindu yang kau rawat kini kusut, hingga berdebu, dalam halaman yang mungkin sudah kesekian kalinya dibaca oleh kenangan.

Kenapa kau menangis hanya karena kehadiran sepi? Apa karena dia belum sempat hadir mengisi kekosongan hari-harimu, ataukah karena selembar kertas putih yang ternamakan rindu belum juga terbalas.

Kenapa kau salahkan semesta?

Bukannya semesta tak berpihak padamu, melainkan kau yang belum juga memberanikan diri untuk menerima kekurangan dia yang selalu saja berkeliaran dalam keramaian hingga lupa akan dirimu yang masih dihantui oleh sepi.

Untuk itu! Aku harap kau lebih dewasa lagi dalam menyikapi persoalan sepele seperti ini, tanpa harus menyalahkan dirinya yang rapuh.

Baca Juga  Wanita Muda Dicabuli Sopir Taksi Online, Lalu Dibuang Dekat Bandara

Sebab kau hanya perlu diam dan yakinlah, bahwa; dia merasakan hal yang sama seperti apa yang kau rasakan.

Gatik, 15 Agustus 20

=======

Sajak-Sajakku Mati

Sajak-sajakku mati! dalam pelukan rasa sakit yang direnungkan oleh seorang gadis desa, yang setiap harinya menangis akan harapan-harapan yang ia gantung bersama bintang di langit, kini jatuh terhempas bersama meteor yang terbakar di atmosfer bumi hingga singgah di bawah kaki seorang pendosa yang mengijak harga diri demi kepuasannya.

Sajak-sajakku bisu! tak tahu mengeja kata demi kata, hingga memilih diam dalam malam-malam yang terisi air mata kesia-siaan, yang meluapkan darah, menengelamkan amarah demi rasa takut, serta meningikan rasa sopan terhadap kebiadaban.

Sajak-sajakku buta! tak bisa melihat, tak sadar bahwa mereka sedang membodohi diri mereka sendiri, dan yang mereka tahu hanyalah menghormati sebuah pelayanan tanpa melihat ke dalam, serta latar belakang pelayanan itu.

Sajak-sajakku pincang! hingga tak mampu berjalan menuju tempat dimana keluh-kesah orang-orang lemah disampaikan, hingga ia memilih diam sambil meneteskan air mata kesia-siaan.

Gatik, 12 Agustus 2020
=======