Mahasiswa Kembali Demo Walikota Ambon, Kali ini Ada yang Pro dan Kontra

oleh -168 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Demo kembali dilakukan oleh sejumlah mahasiswa terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Kota Ambon. Aksi demo tersebut berlangsung di Kawasan Balai Kota Ambon, Senin (19/7/2021).

Demo ini terbagi menjadi dua kubuh, yakni ada sejumlah mahasiswa yang pro dan ada yang kontra terhadap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Ambon.

Kelompok yang pro berasal dari aliansi mahasiswa Selebrasi Rakyat Maluku (Serram), yang kurang lebih berjumlah 20 orang ini mendukung kebijakan yang diambil oleh Walikota Ambon, tetapi mereka meminta untuk ada pertimbangan terkait kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Ambon.

Adapun permintaan atau tuntutan mereka sebagai berikut:

  1. Normalisasi kegiatan dan aktivitas masyarakat dimulai dari 07.00 – 22.00 WIT
  2. Transparansi anggaran dana Covid-19 dari penerapan PSBB sampai dengan penerapan PPKM di wilayah Maluku.
  3. Evaluasi kinerja RS se-Maluku terhadap korban Covid-19.
  4. Pengadaan Bansos dari Provinsi Maluku kepada masyarakat ekonomi menengah kebawah yang terdampak PPKM.
  5. Tiadakan kartu vaksin sebagai syarat pelayanan publik.
  6. Menolak penghargaan PPKM Mikro terbaik yang diberikan kepada Gubernur Maluku oleh Kapolri.
Baca Juga  Besok Perayaan HUT Kota Ambon Disiarkan via Live Streaming & Zoom Meeting

Para demonstran yang pro ini kemudian disambut baik dan diterima oleh Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Ambon, Beny Selanno mewakili Pemerintah Kota Ambon.

Sedangkan di tempat yang sama, ada juga massa yang melakukan demonstrasi atau kelompok yang kontra dengan kebijakan Pemerintah Kota Ambon. Kelompok kontra ini berasal dari Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat Maluku dan Barisan Organisasi Mahasiswa Ambalau (Boma) Unpatti.

Mereka menolak kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Ambon terkait dengan PPKM skala mikro yang sudah berlaku dari tanggal 18 Juli 2021.

Kelompok kontra ini kurang lebih terdiri dari 35 orang dan menurut pantauan kami, sementara demo berlangsung mereka dijaga oleh pihak Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.